Suasana Di Taman Kencana Bogor, Jawa Barat
Angin sepoi-sepoi itu bisa menenangkan
perasaan setiap orang. Pernyataan tersebut ternyata benar adanya. Ketika
pikiran mumet karena tugas yang berteriak-teriak untuk dikerjakan, pusing
melihat lalu-lalang orang di pusat perbelanjaan, kesal dengan kemacetan lalu
lintas, tanpa disadari mereka –atau bahkan kita semua merindukan tempat itu.
Taman kota, itulah sebutan untuk sebuah tempat ditengah bisingnya kota dengan
kerindangan pohon yang sejuk dan menenangkan. Meski sempat terabaikan, kini ia
kembali diidam-idamkan.
“Kalau main ke taman kan adem, pikiran juga plong.
Terus biasanya orang-orang yang ke taman itu termenung dan bukan melamun,
karena pikirannya berkelana mencari solusi untuk berkreasi. Kalau saya ke mall malah tambah pusing, selain karena SPG
dan pengunjungnya cantik-cantik, barang-barang yang dijual juga bikin pusing.
Mau beli nggak punya uang, nggak dibeli kepikiran. Hahaha..”, jawab Muha (22)
–salah satu mahasiswa Universitas Nusa Bangsa Bogor yang dimintai komentar
tentang taman kota. Siang itu matahari seperti enggan untuk menampakan
diri dan suasana seperti inilah yang selalu diinginkan oleh kebanyakan orang
–tidak disengat oleh teriknya matahari. Namun, sepanas apapun cuaca di siang
hari jika kita berada di bawah rindangnya pepohonan taman kota, tidaklah akan
terasa. Mengingat salah satu fungsi dari taman tersebut adalah menciptakan
iklim mikro.
Melihat
perkembangan zaman yang semakin modern
saat ini begitu mengkhawatirkan. Semua kota seolah berlomba-lomba untuk
berkembang menjadi kota metropolitan, tak terkecuali kota yang mendapat julukan
sebagai Kota Hujan ini. Ruang terbuka yang tadinya hijau berubah menjadi gedung-gedung
bertingkat dan jalan-jalan dipenuhi oleh kendaraan bermotor –bak semut yang berbaris. Bahkan kota ini
sepertinya sukses dengan “penghijaunnya” –banyak angkot. Tidak tahu itu sebuah
sindiran atau hanya lelucon semata yang jelas tak ada lagi keteduhan,
ketenangan, kesejukan, dan keindahan seperti yang dulu dirasakan.
Sekitar sebelas
tahun yang lalu, udara Kota Bogor begitu sejuk. Namun, saat ini untuk
mendapatkan kesejukan seperti itu sangatlah sulit –harus menunggu hujan terlebih
dahulu. Selain itu, Indonesia yang katanya “penduduknya ramah” saat ini juga
hampir tak terasa keramahannya karena sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Melihat permasalahan seperti itu munculah pernyataan bahwa sebuah taman kota seharusnya
masuk dalam salah satu point penting
yang dipikirkan, ketika merencanakan kota.
Permasalahan Lingkungan Perkotaan
Saat Ini, Bogor (12/12)
Pengertian taman
kota yang merupakan sebidang tanah berisi pepohonan yang letaknya berada
ditengah kota dan memiliki fungsi secara ekologis, ekonomi serta sosial ini
dapat mencerminkan sebuah kota dengan masyarakatnya yang baik. Hal tersebut
dikarenakan manusia sebagai masyarakat
merupakan aspek penting dalam sebuah kota, sehingga kualitas masyarakat akan
mempengaruhi kualitas dari sebuah kota.
Dari pengertian dan ketiga fungsi yang dimilikinya tersebut, taman kota kini kembali
diidam-idamkan oleh banyak orang khususnya masyarakat perkotaan –yang kini
sering dihantui banjir, polusi, dan kemacetan.
“Kota Bogor
masih sedikit beruntung dari kota-kota lain disekitarnya karena masih memiliki taman
kota dan masih bisa mempertahankan istilah hutan di dalam kotanya. Nggak
seperti kota saya Bekasi. Sebenarnya Kota Bekasi itu butuh banget sama yang
namanya taman kota karena banyaknya kawasan industri. Selain itu, sepertinya Kota
Jakarta juga perlu taman kota karena setiap harinya ribuan kendaraan bermotor
dari segala penjuru melintasinya, sehingga menghasilkan gas yang tidak baik untuk
pernafasan”, ucap Niar (21) –salah seorang pengunjung Taman Kencana Bogor. Perempuan
itu terlihat begitu menikmati aktivitasnya di taman kota. Seolah sedang
memperbaiki sistem pernafasannya, ia terlihat mengambil nafas dalam-dalam dari
udara disekitarnya.
Untuk membuktikan kerinduan masyarakat
terhadap taman kota, sore itu acara dihabiskan dengan aktivitas keliling taman
kota disekitar Bogor, seperti Taman Topi, jalur hijau GOR Padjadjaran –Mancur,
Taman Peranginan, Taman Kencana, Taman Malabar, dan Taman Koleksi. Ternyata
benar, beberapa taman kota di Bogor ini kerap didatangi oleh pengunjung dari
kalangan pelajar, mahasiswa, dan keluarga. Mereka semua sering mengisi waktu
luangnya di taman kota, “kita biasa kumpul sama teman-teman disini. Biasanya
sih ngobrol, nunggu jam kuliah, jajan, dan diskusi tugas kuliah”, kata Asri (22)
–mahasiswa Diploma IPB yang ditemui di Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang.
Sembari menikmati rujak bebek di
Taman Koleksi, sepasang mata ini menyapu pandang ke lingkungan sekitar. Weekend –waktunya Kota Hujan ini
dipenuhi oleh plat kendaraan berhuruf B. Pernyataan tersebut terbukti saat
melihat kemacetan di Jl. Raya Padjadjaran, depan kampus IPB Baranangsiang.
Melihat apa terjadi di depan mata munculah sebuah pertanyaan yang menggelitik
dipikiran, yang lebih membutuhkan taman kota itu orang Bogor atau orang
Jakarta, ya? Merasa penasaran, pertanyaan itu akhirnya terlontar kepada
beberapa pengunjung Taman Koleksi dan
jawaban mereka adalah bukan Bogor atau Jakarta, melainkan seluruh daerah
di Jabodetabek, khususnya kota-kota besar sangatlah membutuhkan taman kota.
Kalau memang begitu adanya, maka siap..! Permintaan kalian akan
disampaikan karena ternyata kita semua sama-sama merindukan bahkan membutuhkan
adanya taman kota. Taman
kota yang sejuk, indah, tenang, dan jauh dari kebisingan. Yang dapat
menciptakan lahan pekerjaan bagi orang lain –pedagang jajanan dan juga menciptakan
hubungan sosial antar individu (AO).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar