Senin, 17 Maret 2014

TAMAN KOTA, KERINDANGAN POHON YANG DIRINDUKAN





   Suasana Di Taman Kencana Bogor, Jawa Barat


Angin sepoi-sepoi itu bisa menenangkan perasaan setiap orang. Pernyataan tersebut ternyata benar adanya. Ketika pikiran mumet karena tugas yang berteriak-teriak untuk dikerjakan, pusing melihat lalu-lalang orang di pusat perbelanjaan, kesal dengan kemacetan lalu lintas, tanpa disadari mereka –atau bahkan kita semua merindukan tempat itu. Taman kota, itulah sebutan untuk sebuah tempat ditengah bisingnya kota dengan kerindangan pohon yang sejuk dan menenangkan. Meski sempat terabaikan, kini ia kembali diidam-idamkan.

“Kalau main ke taman kan adem, pikiran juga plong. Terus biasanya orang-orang yang ke taman itu termenung dan bukan melamun, karena pikirannya berkelana mencari solusi untuk berkreasi. Kalau saya ke mall malah tambah pusing, selain karena SPG dan pengunjungnya cantik-cantik, barang-barang yang dijual juga bikin pusing. Mau beli nggak punya uang, nggak dibeli kepikiran. Hahaha..”, jawab Muha (22) –salah satu mahasiswa Universitas Nusa Bangsa Bogor yang dimintai komentar tentang taman kota. Siang itu matahari seperti enggan untuk menampakan diri dan suasana seperti inilah yang selalu diinginkan oleh kebanyakan orang –tidak disengat oleh teriknya matahari. Namun, sepanas apapun cuaca di siang hari jika kita berada di bawah rindangnya pepohonan taman kota, tidaklah akan terasa. Mengingat salah satu fungsi dari taman tersebut adalah menciptakan iklim mikro.
Melihat perkembangan zaman yang semakin modern saat ini begitu mengkhawatirkan. Semua kota seolah berlomba-lomba untuk berkembang menjadi kota metropolitan, tak terkecuali kota yang mendapat julukan sebagai Kota Hujan ini. Ruang terbuka yang tadinya hijau berubah menjadi gedung-gedung bertingkat dan jalan-jalan dipenuhi oleh kendaraan bermotor –bak semut yang berbaris. Bahkan kota ini sepertinya sukses dengan “penghijaunnya” –banyak angkot. Tidak tahu itu sebuah sindiran atau hanya lelucon semata yang jelas tak ada lagi keteduhan, ketenangan, kesejukan, dan keindahan seperti yang dulu dirasakan.
Sekitar sebelas tahun yang lalu, udara Kota Bogor begitu sejuk. Namun, saat ini untuk mendapatkan kesejukan seperti itu sangatlah sulit –harus menunggu hujan terlebih dahulu. Selain itu, Indonesia yang katanya “penduduknya ramah” saat ini juga hampir tak terasa keramahannya karena sibuk dengan aktivitas masing-masing. Melihat permasalahan seperti itu munculah pernyataan bahwa sebuah taman kota seharusnya masuk dalam salah satu point penting yang dipikirkan, ketika merencanakan kota.


               Permasalahan Lingkungan Perkotaan Saat Ini, Bogor (12/12)
 
Pengertian taman kota yang merupakan sebidang tanah berisi pepohonan yang letaknya berada ditengah kota dan memiliki fungsi secara ekologis, ekonomi serta sosial ini dapat mencerminkan sebuah kota dengan masyarakatnya yang baik. Hal tersebut dikarenakan manusia sebagai masyarakat merupakan aspek penting dalam sebuah kota, sehingga kualitas masyarakat akan mempengaruhi kualitas dari sebuah kota. Dari pengertian dan ketiga fungsi yang dimilikinya tersebut, taman kota kini kembali diidam-idamkan oleh banyak orang khususnya masyarakat perkotaan –yang kini sering dihantui banjir, polusi, dan kemacetan.
“Kota Bogor masih sedikit beruntung dari kota-kota lain disekitarnya karena masih memiliki taman kota dan masih bisa mempertahankan istilah hutan di dalam kotanya. Nggak seperti kota saya Bekasi. Sebenarnya Kota Bekasi itu butuh banget sama yang namanya taman kota karena banyaknya kawasan industri. Selain itu, sepertinya Kota Jakarta juga perlu taman kota karena setiap harinya ribuan kendaraan bermotor dari segala penjuru melintasinya, sehingga menghasilkan gas yang tidak baik untuk pernafasan”, ucap Niar (21) –salah seorang pengunjung Taman Kencana Bogor. Perempuan itu terlihat begitu menikmati aktivitasnya di taman kota. Seolah sedang memperbaiki sistem pernafasannya, ia terlihat mengambil nafas dalam-dalam dari udara disekitarnya.
Untuk membuktikan kerinduan masyarakat terhadap taman kota, sore itu acara dihabiskan dengan aktivitas keliling taman kota disekitar Bogor, seperti Taman Topi, jalur hijau GOR Padjadjaran –Mancur, Taman Peranginan, Taman Kencana, Taman Malabar, dan Taman Koleksi. Ternyata benar, beberapa taman kota di Bogor ini kerap didatangi oleh pengunjung dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan keluarga. Mereka semua sering mengisi waktu luangnya di taman kota, “kita biasa kumpul sama teman-teman disini. Biasanya sih ngobrol, nunggu jam kuliah, jajan, dan diskusi tugas kuliah”, kata Asri (22) –mahasiswa Diploma IPB yang ditemui di Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang.
Sembari menikmati rujak bebek di Taman Koleksi, sepasang mata ini menyapu pandang ke lingkungan sekitar. Weekend –waktunya Kota Hujan ini dipenuhi oleh plat kendaraan berhuruf B. Pernyataan tersebut terbukti saat melihat kemacetan di Jl. Raya Padjadjaran, depan kampus IPB Baranangsiang. Melihat apa terjadi di depan mata munculah sebuah pertanyaan yang menggelitik dipikiran, yang lebih membutuhkan taman kota itu orang Bogor atau orang Jakarta, ya? Merasa penasaran, pertanyaan itu akhirnya terlontar kepada beberapa pengunjung Taman Koleksi dan  jawaban mereka adalah bukan Bogor atau Jakarta, melainkan seluruh daerah di Jabodetabek, khususnya kota-kota besar sangatlah membutuhkan taman kota.
Kalau memang begitu adanya, maka siap..! Permintaan kalian akan disampaikan karena ternyata kita semua sama-sama merindukan bahkan membutuhkan adanya taman kota.  Taman kota yang sejuk, indah, tenang, dan jauh dari kebisingan. Yang dapat menciptakan lahan pekerjaan bagi orang lain –pedagang jajanan dan juga menciptakan hubungan sosial antar individu (AO).